Sikap Menyenangkan dalam Lingkungan Kerja

Salah satu budaya timur adalah adanya suatu keenganan melakukan konfrontasi terhadap orang lain, apalagi terhadap orang yang dihormati. Bersikap menyenangkan dikembangkan, sehingga bangsa Indonesia dikenal menjadi orang yang sangat ramah karena sikapnya yang menyenangkan dalam bergaul. Sikap menyenangkan ini juga ternyata banyak yang sengaja dikembangkan dalam suatu perusahaan demi terwujudnya kerja tim yang baik. Setiap orang dituntut oleh suatu norma tertulis atau tidak untuk bersikap menyenangkan kepada orang lain dalam perusahaan. “Nice person” menjadi suatu kata idola dalam sebuah perusahaan.

 

Adalah suatu hal yang baik jika sebuah perusahaan mengembangkan sikap menyenangkan. Sikap ini akan menciptakan suasana kondusif dalam bekerja. Namun ada bahaya yang mengintai, yaitu jika kita salah kaprah dalam menggunakannya, maka kejujuran akan berkurang. Demi sikap yang menyenangkan, setiap orang akan menghindari suatu konfrontasi terhadap kesalahan orang lain. Ini adalah suatu ketidakjujuran yang dibungkus dengan kebaikan.

 

Jika demi bersikap menyenangkan sampai membungkus kejujuran, maka bukannya akan meningkatkan kerja tim yang baik, justru akan membahayakannya. Jika ketidakjujuran menjadi bagian dari komunikasi sehari-hari, maka akan timbul miskomunikasi diantara anggota tim, sehingga pesan yang seharusnya tersampaikan menjadi tertahan. Padahal dalam pengambilan keputusan sangat diperlukan informasi yang lengkap dan utuh.

 

Bagimana jadinya jika banyak informasi yang tertahan demi sikap yang menyenangkan. Banyak keputusan yang salah sehingga tidak menyelesaikan masalah yang ada. Bagaimana seorang pemimpin bisa memimpin dengan baik jika tidak mendapatkan umpan balik yang jujur dari bawahannya. Dia akan mengeluarkan keputusan yang salah, bahkan bisa jadi suatu keputusan yang bodoh.

 

Apakah sikap menyenangkan harus dihilangkan? Tentu saja tidak. Yang diperlukan adalah mengubah paradigma dalam berinteraksi. Ada dua paradigma mendasar  yang harus dikembangkan dalam mengatasi masalah ini, yang pertama menyatakan kejujuran meskipun terhadap kesalahan dan kekeliruan adalah sesuatu yang baik dan menyenangkan. Yang kedua adalah menerima masukan atau kritikan adalah sesuatu yang baik dan justru akan menolong kita. Ini adalah pikiran-pikiran positif yang harus dikembangkan dalam budaya kerja agar susana kondusif tetap ada tetapi arus informasi tetap berjalan tanpa ada yang tertahan.

 

Lebih lengkapnya, suatu perusahaan harus mengembangkan suatu budaya yang akan meningkatkan kinerja tim dalam hubungannya dengan cara berinteraksi antara sesama anggota tim. Budaya-budaya yang perlu dikembangkan adalah:

 

·        Budaya intergritas

·        Keunggulan kompetitif

·        Produktivitas

·        Kepemimpinan yang konsisten

·        Berpikir positif

 

Jika suatu perusahaan atau organisasi mengembangkan budaya-budaya ini dalam organisasinya maka kinerja tim akan lebih baik lagi dari sebelumnya.

Tinggalkan Balasan