Suatu produk atau jasa, tujuan utama keberadaanya ialah dipilih dan diterima oleh pasar. Tidak peduli sehebat apa pun produk tersebut, akan percuma jika tidak bisa dijual ke pasaran. Kita akan kehilangan waktu, uang, dan sumber daya lainnya jika produk atau jasa yang kita hasil tidak dibeli oleh target pasar kita.
Kita semua telah mengetahuinya bahwa keberadaan suatu perusahaan ujung-ujungnya adalah menjual. Tanpa menjual perusahaan tersebut akan mati karena karena tidak ada uang yang masuk ke perusahaan tersebut untuk menghidupi kegiatan di dalam perusahaan tersebut. Penjualan bias terjadi harus melalui proses panjang terlebih dahulu, tidak serta merta bias terjual begitu saja. Dulu mungkin iya, tetapi sekarang di dunia yang penuh perubahan dan persaingan kita harus bisa menjadikan orang untuk memilih produk kita.
Bagaimana agar orang mau memilih kita? Disinilah penting apa yang disebut dengan marketing atau pemasaran. Pemasaran bukan hanya menjual, menjual hanyalah salah satu bagian dari pemasaran. Penjualan tidak akan bias dilakukan dengan baik jika tidak didukung oleh elemen-elemen pemasaran lain. Jika kita melihat konsep yang dtawarkan oleh Hermawan Kartajaya, dalam pemasaran ada yang disebut dengan strategi, nilai, dan taktik.
Strategi ialah bagaimana kita menempatkan produk atau jasa kita bukan hanya di “mata” konsumen tetapi juga di “benak” konsumen. Nilai adalah sesuatu yang bisa dirasakan oleh konsumen. Sementara taktik adalah bagaimana kita mengkomunikasikan produk atau jasa kita kepada calon konsumen. Penjualan akan terjadi dengan baik jika elemen-elemen pemasaran lainnya mendukung.
Disini bisa kita lihat bahwa pemasaran harus menjadi konsep dasar bagi perusahaan karena keberadaan perusahaan sendiri ujung-ujungnya memasarkan produknya. David Packard, salah seorang penemu HP (Hewlett-Packard) mengatakan bahwa “pemasaran terlalu penting untuk (dikerjakan hanya oleh) sebuah departemen pemasaran”. Dengan kata lain, pemasaran harus menjadi filosofi hidup sebuah perusahaan.
Kinerja sebuah perusahaan yang menjadikan pemasaran menjadi konsep dasar akan sangat tinggi karena kegiatan perusahaan akan lebih efektif dan efisien, karena untuk inilah adanya suatu pemasaran. Konsep pemasaran akan memfokuskan semua sumber daya untuk mengkomunikasikan dan memberikan nilai produk atau jasa kita kepada target pasar kita.
Jadi jika Anda ingin meningkatkan kinerja, maka pemasaran harus menjadi filosofi perusahaan Anda. Jika kita melihat Sistem Manajemen Muto ISO 9000, salah satu prinsip dasar dari system tersebut adalah fokus kepada pelanggan. Tidak ada konsep manajemen yang ada yang meulupakan pemasaran. Six Sigma menekankan kepada berkurangnya kegagalan, penundaan, dan turunnya biaya produksi, ujung-ujung untuk pelanggan juga. Jika Anda menemukan suatu konsep manajemen yang melupakan pemasaran, lebih baik Anda tinggalkan saja.
15 Oktober 2008 pukul 2:20 pm
Terimakasih bayak atastulisannya. Saya terinspirasi dengan bahan ini. Karena saya sedang memfasilitasi training pemasaran bagi kaum perempuan dari grassroots.
Salam
Tabrani Yunis